Sore di Situ Gintung

Ketika sang surya mulai meredup, ketika kicau burung beradu dengan semilir angin  dan ketika kita masih bisa menghirup udara segar, ya ini merupakan suatu kemewahan tersendiri untuk orang-orang yang mungkin tidak bisa menikmatinya di Kota.

Situ Gintung berada tepat berada di perbatasan antara Jakarta Selatan – Tanggerang Selatan. Memiliki luas 21 ha dan dibangun sekitar tahun 1932 – 1933 oleh pemerintah Belanda yang awalnya sebagai waduk tempat penampungan air hujan dan untuk perairan lahan pertanian disekitarnya. Hingga pada tanggal 27 Maret 2009 sekitar jam 04.00 WIB Situ Gintung mengalami kebobolan tanggul sehingga air tumpah ke pemukiman dibawah tanggul yang menyebabkan 100 orang meninggal.

Seiiring berjalannya waktu perbaikan pun mulai dibenahi oleh pemerintah yang rampung pada tahun 2011 silam. Sampai sekarang Situ Gintung masih berdiri kokoh dan tak pernah meluap kembali. Kini ia menjelma menjadi wahana wisata yang digemari oleh warga pinggir Jakarta karena murah meriah. Warga sering memanfaatkannya untuk berolahraga, memancing, atau sekedar menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman.

Jadi untuk apa jauh-jauh ke luar kota kalau disini pun  kita masih bisa menikmati hangatnya matahari, nyiur angin dari pohon-pohon dan gemericik air yang mendayu-dayu.

12345678

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s