Sintas Tanpa Batas

Saya ga hafal udah berapa kali saya nonton gigs Efek Rumah Kaca (ERK) tapi diantara gigs yang pernah saya tonton yang paling saya ingat adalah dua konser tunggal mereka yaitu Oktober 2015 di Bandung dan Januari 2016 di Jakarta (Makasi Mas Osi & Mba Indie yang selalu ngajak aku ke konser mereka 😃). Selain itu, selama saya nonton gigs mereka saya juga baru dua kali liat Adrian tampil. Pertama, saat diacara FISIP Days yang memang acara ini dibuat untuk pertama kalinya di Fakultas (Halo para panitia FISIP Days apa kabar? ku rindu) saat itu Adrian sudah dituntun untuk ke atas panggung dan ternyata itu jadi penampilan terakhirnya. Kedua, saat konser tunggal ERK di Bandung. Mungkin konser ini yang akan saya selalu kenang karena diakhir sesi Adrian tiba-tiba datang sambil ikut menyayikan lagu Sebelah Mata yang memang lagu ini bercerita tentang dirinya. Duh sial bagian ini keren banget euy! Dibuat terharu. Nah efeknya sekarang saya jadi ngebayangin dikonser Liam Gallagher nanti tanggal 8 Agustus 2017 di Jakarta  tiba-tiba Noel Gallagher dateng sambil nyanyi “Don’t look back in anger, I heard u say….” Hahaha ngayal! si Liam ucapin Selamat ultah buat Noel di Twiter aja heboh sedunia apalagi ini, bener-bener bisa jadi rata deh bumi! 😝

Tanggal 19 Juni kemarin tepat jam 02.00 WIB saya beli CD ini dan dianter langsung oleh Managernya ke rumah, Bang Wahyu memang idola! Hampir sejam Bang Wahyu cerita proses pembuatan lagu Sintas milik Adrian ini, mulai dari sesi rekaman di studio Uda Taufik dan studio KMM Riak yang memang kebetulan mereka ini adalah senior-senior yang banyak ikut andil di UKM Kampus, sampai cerita bagaimana perjuangan Adrian untuk bisa buat album ini yang datang dari kegelisahan dia dengan keadaannya yang sekarang. Bang Wahyu juga juga cerita masing-masing lagu yang ada di album ini memang terinspirasi dari kehidupan Adrian yang sekarang sudah ga bisa melihat. Salah satunya contohnya lagu Mainan, yang dibuat Adrian karena saat itu dia ga sengaja injak mainan anaknya sampai rusak dan anaknya nangis sampai Adrian bilang “Maaf Rindu, Ayah ga sengaja injak, Ayah ga bisa lihat nanti beli yang baru ya”. Ya Tuhan saat itu merinding dengernya pas Bang Wahyu ceritaiin bagian ini.

Selain itu ada yang paling surprise  di album Sintas ini yaitu akhirnya kita bisa denger suara Elda (Stars and Rabbit) nyanyi dalam bahasa Indonesia! aduhaiii. Nah jadi kalau tahun kemarin saya nunggu banget konser Frau (sampai nekat dong nonton sendirian ! Cedih ih kalau diinget) ya tahun ini saya nunggu banget konser Adrian dan semoga udah ga nonton sendiri lagi hahaha 😂

Jadi kalau disetiap konser ERK saya selalu bilang terima kasih ERK yang tak pernah membodohi kami nah untuk sekarang terima kasih Adrian karena sudah mengajarkan kami jika berkarya memang tak kenal batas.Bersyukur kuncinya!

Dan dari cerita yang penuh dengan haru diakhir obrolan saya jadi inget kata-kata Bang Wahyu yang setidaknya membuat keyakinan kalau mimpi itu harus dan sabar, dia bilang “Elisha, gw udah jual semua alat musik yang gw punya, tapi ga tau kenapa gw balik lagi disini, jadi apapun yang kita suka mau sejauh apapun kita pergi dia bakal balik lagi tinggal tunggu waktunya aja” jrengggggggg

Jadi selamat bermimipi setinggi-tigginya sesuai lirik lagu yang ada di album ini “Seperti Mimpi menidurkan amarah yang kerap bergeming, merampas keinginan yang pontang panting, maka hidupkanlah mimpi, hidupkanlah misteri sedekat buluh nadi” 🙂

Salam sayang dari Ciputat

21 Juli 2017

Diposting beberapa jam setelah Chester Bennington tewas bunuh diri. Oh lyfe…🙁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s